A Coffee of Hope and Creativity

Friday, March 13, 2015


Siang hari yang cerah dan sejuk. Cuaca di London pada musim semi ini memang sangat menyenangkan. Aku sudah berjalan cukup jauh dari Grafton Way sampai ke Titchfield Street dan betis sudah terasa panas. Kaffeine café adalah tempat langgananku, segelas espresso dengan Yorkshire Pudding kurasa akan cukup untuk mendinginkan betis dan kepala.
Aku duduk memikirkan hari-hariku yang sangat rumit dan penuh masalah. Beberapa wajah terlintas di kepalaku, Henry dan George para bedebah, dan juga Charlotte yang sedang menangis. Aku sedang berdebat dengan George, dan aku mengatakan kalau dia adalah seonggok dosa hidup yang tak layak dipromosikan. Kuikat dia pada bangku sutradara, dan kuambil peluru dari kantongku. George mulai memasang mimik tegang.



“Boleh saya duduk disini?”

Semua imajinasiku langsung buyar karena seorang pria tengah baya meminta izin untuk duduk di kursi kosong di mejaku. Aku melihat sekeliling café yang ternyata memang semuanya penuh. Aku pun mengangguk padanya dan kembali melanjutkan imajinasiku. Sampai mana tadi ya? Oh, aku sedang mengisi peluru untuk George. Wajahnya yang ketakutan membuat adrenalinku naik.



“Espresso yang dingin tidak akan nikmat lagi, karena sudah kehilangan citarasa kopinya,” kata pria tua itu tiba-tiba.

Apa-apan dia? Padahal aku hendak membunuh George dan dia mengacaukan semuanya. Aku hanya membalas ucapannya dengan senyum sinis. Dia kembali menelan muffin di tangannya dan aku kembali menodongkan pistol kearah George yang menyedihkan. Aku bersiap menekan pelatuk pistol dan menanyakan apa kata-kata terakhirnya di dunia ini. George menangis keras, ia memohon padaku untuk memaafkannya dan…



“Apa Yorkshire Pudding disini enak, anak muda?”

“Astaga Tuhan, apa kau tahu aku sedang melakukan adegan penting? Setelah George terbunuh aku akan segera melaporkan semua itu kepada Henry!” spontan aku emosi. Pria tua itu terkejut dan tangannya terangkat seperti menyerah.

“Wah maafkan saya, anak muda, saya hanya masih merasa lapar dan sepertinya Yorkshire Pudding-mu tidak akan kau makan, sehingga bolehkah jika saya minta? Maaf saya tidak tahu kau sedang membunuh seseorang sekarang, karena kau terlihat seperti domba bodoh yang sedang bengong.” Dia menatapku dengan sinar wajah seorang ayah yang telah lama tak kulihat. Aku terdiam dan sedikit menyesal.

“Yeah, Yorkshire Pudding disini paling enak di London,” jawabku lirih.



“Apa yang kau pikirkan? London hari ini sangat cerah tapi wajahmu nyaris membuatku membuka payung,” tanyanya sambil mengunyah.

“Kau tidak akan mengerti,” jawabku.

“Aku sudah hidup lebih dari setengah abad, apa masih ada hal yang tak kumengerti?”

“Kecuali kalau kau adalah seorang sutradara,” lanjutku.

“Wow, ternyata lelaki muram ini adalah seorang sutradara!” pujinya dengan nada sarkasme.

“Aku belum jadi sutradara, aku seharusnya akan jadi sutradara untuk film yang akan diikutkan dalam Raindance Film Festival September nanti, tapi George bodoh itu mengambil posisiku! Posisi yang sudah kunantikan tiga tahun belakangan ini,” aku bercerita sambil menembak mati George yang tak berdaya di benakku.

“Siapa itu George? Tetanggamu?” tanyanya. Aku mendecak keras.

“Dia adalah anak baru yang kemudian menyebarkan fitnah tentangku kepada Henry sang sutradara pimpinan ditempat kami bekerja. Sayangnya Henry percaya padanya, padahal dia baru masuk beberapa bulan, sedangkan aku sudah bekerja dengannya lebih dari dua tahun!”


Dia meneguk kopinya dan menghela nafas. Aku merasakan debaran keras di dada, dan kini wajah Charlotte-lah yang ada di kepalaku.

“Kau sudah menikah kan, dimana istrimu?” tanyanya sambil melirik cincinku.

“Kau sedang berusaha membongkar semua permasalahanku ya, Bapak tua?”

“Tidak, aku tidak bermaksud, hanya saja aku terbayang kepada seorang wanita cantik yang lembut, senyumnya yang hangat, dan belaian manisnya yang pasti mampu melenyapkan semua imajinasi burukmu itu.”



Aku mulai menangis. Air mata tak lagi tertahan.

“Kau tahu, Charlotte sudah pulang ke Sheffield, rumah orangtuanya. Kami berpisah tahun lalu. Semua ini memang salahku. Aku bekerja terlalu keras sampai lupa akan semua tentangnya, juga perayaan ulangtahun pernikahan kami yang harusnya dirayakan di Irlandia. Aku terlalu ambisi untuk mendapatkan projek film itu, dan membuatnya diacuhkan.”

“Kau bisa berubah, Charlotte belum menikah lagi kan?” bujuknya. Aku menggeleng.

“Dia tak akan mau lagi denganku, aku sudah kehilangan pekerjaanku, dan harga diriku, dia tak akan mau kembali,” beragam penyesalan menyerangku.

“Kau belum mencobanya kan? Bawakan dia bunga, wanita suka dengan bunga. Kalau kau belum bisa memberikan harta, cukup belikan mawar putih yang cantik,” bujuknya lagi.

“Hei Bapak tua! Kau tidak akan mengerti kemelut ini! Aku kemari untuk menikmati Yorkshire Pudding favoritku untuk terakhir kalinya dan kau sudah merusak hariku!” bentakku kesal.

“Bukannya harimu sudah rusak tanpaku?” tanyanya pelan. Aku kembali menangis, entah kenapa tak tahan rasanya.



“Kau mau bunuh diri ya?” tanyanya lagi.

“Iya, aku sedang merancang plot untuk membunuh diriku sendiri, yang tidak membuat banyak darah tapi cepat prosesnya,” jawabku jujur.

“Kembalilah pada istrimu, dia akan tahu jawaban atas semua kegelisahanmu.”

“Dia tidak akan mau, kau ini tuli atau apa?” jawabku emosi. Pria tua itu kemudian mendekatkan tubuhnya ke arahku.

“Dengar, aku mungkin tidak tahu dia akan kembali padamu atau tidak, tapi kalau kau mati, kupastikan dia tidak akan mau kembali padamu,” bisiknya.

“Ini konyol, Pak, tentu saja dia tidak akan bercinta dengan orang mati!” jawabku.

“Tepat sekali! Jadi selama kau masih hidup, harapan itu selalu ada, anak muda.” Dia membalas dengan tendangan yang tepat mengenai hatiku. Dia benar. Aku belum pernah menelpon Charlotte lagi karena terlalu sibuk dan takut kalau-kalau dia sudah punya pacar.



“Jangan kau sia-siakan hidupmu. Britania Raya sungguh indah, aku tidak mau membaca koran dengan berita utama seorang lelaki bodoh minum racun tikus karena konflik dengan seorang sutradara muda sukses.”

Aku tersenyum, hatiku terasa begitu damai dan seperti memiliki pengharapan baru. Aku akan pergi ke Sheffield sekarang!

“Baiklah Bapak tua, kau menang kali ini. Terima kasih, dan aku akan pergi ke Sheffield sekarang, senang berbincang denganmu!” kataku sembari bersiap.

Creativity is GREAT, young man. Gunakan kreatifitasmu untuk hari yang lebih baik,” jawabnya sambil tersenyum.



Aku berjalan dengan beban yang terasa lebih ringan.

“Hai Joan, aku akan membayar semua makananku dan Bapak tua itu,” kataku pada kasir yang sudah kukenal.

“Archie, kau mengigau ya? Kau sendirian daritadi dan tidak ada Bapak tua disini,” katanya. Aku menoleh ke belakang dan mejaku kosong. Aku merasa ngeri dan takjub dalam waktu bersamaan. 

"Archie, kau baik-baik saja?" tanya Joan. Aku hanya tersenyum dan yeah, creativity is GREAT.






-Fin.


______________________________________________________



Karakter favorit dalam Game of Thrones: Daenerys Targaryen

Dia mandiri, kuat, tangguh, pemberani, dan pantang menyerah tapi disisi lain dia bisa menjadi lembut, polos, juga penyayang. Semua sifat itu dibalut sempurna dengan kecantikannya. 



96 comments

  1. bagus ceritanyaa.. <3 hiihihi sering2 beb bikin cerita kyak gini lagii..

    ReplyDelete
  2. Aaaaah bagus banget cerita nya.. Jadi si bapak tua siapa?? Malaikat?? *cuma sang sutradara penulis cerita yang tahu keberadaanya* wkwkwkwkwk..
    Besok buat cerita cerpen misteri ya Git.. Ditunggu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe begitulaahhh :D
      ahhh makasiii kak dine <3 <3 okeee dehhh *catettt*

      Delete
  3. Interesting plot twist at the end :)

    ReplyDelete
  4. lumayan bagus meski gw belum baca secara keseluruhan hehehe

    ReplyDelete
  5. Bagus Gita... Suka sama alur ceritanya yang tertebak di ending. Good job ^^

    ReplyDelete
  6. Bagus nih critanya ce.. seorang yang mengalami masalah dlam kehidupannya & Tuhan membantunya

    ReplyDelete
  7. Waduh kaget, bpk tuanya tak ada sodara2 XD
    Tp bgs critanya.. bikin lanjutannya dunk ms.rhea, yg archie balikan lg ma charlotte hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh cc menginspirasi aku!!! iya nanti ak jadi pengen bkin archie balikan sm charlotte :D
      thankyouu *hugs*

      Delete
  8. wow, Gita benar-benar keren, multi talented banget. Cerpennya keren git ^_~ next time bikin yg misteri ya hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasii cc kuuuuu *muah*
      okaaayyyyy *pasang kacamata*

      Delete
  9. Rheaa mungkin maksud judulnya "Angels of Creativity" ya?
    btw aku justru jadi penasaran gimana itu nasib si "Aku" sama Charlotte.. trus kenapa bisa sampe ngebunuh George terus kok ga dipenjaraa.. gimanaa ituuuu lanjutannya hehehe >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener angles mey, sudut pandang gitu ceritanya heheheh
      si george dibunuh cuma di pikiran doang XD
      makasi yaaaa :D

      Delete
    2. hooo aku kirain kan si bapak-bapak itu kayak malaikat >.<
      coba dibikin George nya dibunuh beneran biar jadi thriller #penggemarthriller #ehgimana
      baguuus Rheaa ceritanya aku suka <3

      Delete
    3. hahahaha darah2an gitu yaaa ih ga nyangka km suka gtuan :p *catet*
      makasiii sayang :D

      Delete
  10. Baguusss ce n mendidik cerpenny 😄 sukaaa

    ReplyDelete
  11. Ih Rhea bagus!
    Wah kembangin ya nulis biar makin sukses .

    ReplyDelete
  12. Bagus banget cerpennya, Rhea. ^^ aku sampe terhanyut bacanya . Good job!

    ReplyDelete
  13. wah kerenn git ceritanya kreatif bgt , sering2 aja bikin cerita gini. berasa terbang ke london gw :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah benarkaaaahhh? :D
      makasi hanaaaa :*

      Delete
  14. love it!! visit blog ane juga yah.. wkwk

    ReplyDelete
  15. well inti nya jangan mudah menyerah , selama kita hidup akan banyak harapan dan jangan mudah menyalahkan orang lain.

    sukaaa, bagus cerita nya, berharap ada next part nya.
    next stories contact me ya cici ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe thankyou sayanggg :D
      amin haha nanti klo dah ada ide lanjutannya ^^

      Delete
  16. sukaaaa, aturan bikin full story nya :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh makasi ola cantik :D iya nanti bkin deh lanjutannya

      Delete
  17. suka sama gaya bahasanya.. dan storyline nya juga not bad, plus ada pesan yang encouraging di balik ceritanya. good job Gita!

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyouu ceeeee hehehhe
      amin amin makasiii :D

      Delete
  18. Nice plot git. Bagusnya dibikin pre-sequel biar tau gmn kerasnya si tokoh utama berusaha dan sampai charlotte milih pisah. Pasti seru..
    Rikues cerita yg melibatkan kekuatan melihat masa depan dg twisted plot yg nggantung donk 😊😊 eke demen gituan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOS dulu ce! hahaha aku juga suka ending gantung, gereget banget gtu loh kkwakwwk *alay*
      oke2 *catet* makasi yaaaa :*

      Delete
  19. Baguss bgt Gita^O^
    Cc suka nih bacanya..
    Dtgg next cerpennya..hahhaha..
    Tapi kebalik nih cc gaasuka ending yg gantung.. wkwwkwmw.. bikin kepikir sampe kbw mimpi..lol :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa makasi cc hehehe
      iya sih jadi suka kepikiran ya endingnya :p

      Delete
  20. Keren giiiiits!

    Aku suka deh cerita yg model begini, ada hidden message dan agak misteri...

    Sering2 shareee ke akuu dong, aku suka baca orangnyaa hehehe 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiiiiihh kak shaaaa <3
      hahahaah okeeee :*

      Delete
  21. Sukaaa banget kak!! Bikin lagi dong kelanjutannya. Penasaran gimana cara kreatif si Archie ajak balikan Charlotte ^^

    ReplyDelete
  22. Sumpaaaah ini keren bangettt git. It opens up about creativity. The plot is unpredictable and twisting at the same time. Extraordinary. Plot nya ga biasa banget karena biasanya orang kalo "bengong" atau "ngigau" ga pernah tuh yang namanya sampe ada 2 kejadian yang berbeda. Ini tu kayak digabung 2 kejadian yang beda banget. 1 ala ala film thriller yang 1 nya malah kayak dapat pencerahan tentang hubungam dia dan istrinya. It opens up about creativity and how wild we can do in our creativiy. Good job and keep creative, git!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuaahhh makasi ya susaannn, aku terharu baca komenmu, jadi bersemangat nihhhhhh :'D
      thanks a lot dukungannya ya beb <3 <3
      hehehe iyaaaa aku suka banget sm movie, jadi ada inspired dari pelem2 gitu dehh hihi

      Delete
  23. Bagus gita, kreatif, endingnya ga ketebak..good job! lanjutkan!

    ReplyDelete
  24. Great! I like this kind of slice of life story.
    Simple but full of meaning.
    Gaya tulisannya juga enak dibaca kayak di novel2.
    Keep itu up, Git.

    "It's not just about the destination, but the journey"

    http://makanangin-travel.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyou george for supporting :D
      heheh iya ni kebanyakan baca novel :p

      yessss that't the quotes!

      Delete
  25. what an annoying old man..
    hahaha..
    but that's great..
    good story gita :D
    waiting for your next story :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha annoying XD
      thankyouuuu, aminnn :D

      Delete
  26. berasa baca novel terjemahan <3
    ada sekuelnya ga nih? penasaran lanjutan atau cerita sebelumnya kayak apa. kalo dilanjutin kayak novel trus ceritanya dari charlotte's pov, atau mungkin george's pov kayaknya seru ce.
    keep writing ce gita ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh jadi malu devi, thankyou yah :3
      hmm iya nih jadi kepikiran mau bkin sequel nya klo banyak yg suka heheh ^^ thanks supportnya :*

      Delete
  27. Nice story gita. .. youre so talented.. keep writing git.. story with deep meaning to inspire n build people. So proud of you. All the best ya giet

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyou cecehhh :*
      amin, me too proud of youu ^^

      Delete
  28. Ini cerpen ceritanya keren banget. Belum pernah baca cerpen sebagus ini. Jadi pengen ke London. Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow, bisaan aja hehehe makasi yaaa amin nanti ke london kita semua hehee

      Delete
  29. This story is..great in many ways..
    very inspiring 😊

    ReplyDelete
  30. Very imaginative short story! Menarik karna di balik motif pembunuhan dalam imaginasi, ternyata terdapat banyak kekecewaan dan keputusasaan yang membutuh prang lain untuk menolongnya.

    Would love to see detailed elaboration seperti apa yg orang tua itu kenakan, mukanya seperti apa, bagaimana interior dan suasana dalam cafe, apa saja yg dilihat dalam cafe, supaya dapat lebih membayangkan setting dalam cerita. Bahkan mungkin di akhir cerita, bisa dielaborate kalau si anak muda di awal tidak percaya kl orang tua itu tidak ada dan dia mencari2, mungkin mengira itu imaginasi, tapi what he would like to believe as someone s nt from above, an angle sent on a rescue mission.

    Keep writing and doing your passion gita! You never know how far you can achieve greatness :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyou ci cindy :*
      iya aku banyak ambil inspirasi dari daily life human sih ci, sambil ntn2 film juga kira2 mostly permasalahan umum manusia itu apa hehehe sama permasalahan sendiri juga lol :p

      iya nihh mau nya jg sedetail mgkn, tapi karena keterbatasan kata-kata dari sananya cuma maks 1000 kata jadi ak pepet-pepetin sebisanya deh :(
      semoga pesannya tetap sampai deh ke pmbaca hehhe

      iya ci aku juga percaya Tuhan punya banyak cara bahkan yg "twist" buat nolong anakNya :D
      thankyou yaa supportnyaaaaa

      Delete
  31. setiap org ber hak cb kesempatan ke 2 nya y...bhasil ga nya yg penting coba :) thx git buat jd inspirasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul ciii heheheh makasi ya ci for your blessed comment for me :D

      Delete
  32. Bagus Git! Bacaan ringan yang menarik buat gw yang kurang suka baca. Twist di endingnya juga ga ketebak. Good job Gita! :)

    ReplyDelete
  33. Is a good plot twist when to know that the old man is his second imagination.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aha! a new plot twisting perspective is born :O
      hahaha thankkkyou kokoooo ^^

      Delete
  34. Hah sumpah, endingnya upredictable keren banget aku sampe merinding. Lanjutin lagi please~

    www.sweetlikeapeach.com

    ReplyDelete
  35. wah bagus cerita pendeknya :D entah kenapa pas gw baca setiap kata2nya kebayang semua adegannya dalam bentuk komik XD keknya seru nih kalo dibikin komiknya :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahha dasar otaku ya van XD
      thanks yaaaaw

      Delete
  36. nice post about coffee, i like the picture... so tempting. but i don't drink coffee...

    It’s a GIRL Thing

    ReplyDelete
    Replies
    1. me too dont drink coffee heheeh thankss :D

      Delete
  37. I love this cerpen so much and i've never seen great cerpen like this before. From Andry

    ReplyDelete
  38. Bagus ceritanya, tpi agak bingung krn tadinya kesel sama george tb2 jd ke istrinya. Jd gantung si george sama istrinya.. Keep writing git!
    Nova ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu cuma di bayangan dia doang sih nov hehe ga dcrtain lg gt hehe thanks ya :)

      Delete
  39. this is lovely! keep up your work
    xoxo
    style frontier

    ReplyDelete
  40. wow, berbakat jd penulis nih kamu git ^^
    interesting story :)

    ReplyDelete
  41. soon lau bakal jadi penulis.. kata-katanya ^_^

    ReplyDelete
  42. Suka ceritanyaaaa, ga cuma bisa make up, bisa buat cerita juga, i'm so envy :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyou kak rani <3
      nooo lah i am just ordinary kak heheh

      Delete
  43. Really a good story git... You can try to write a novel someday...cant wait for the next story...💓💓💓

    -Karincut-

    ReplyDelete
    Replies
    1. uwaaa thanks sister! amin aminn <3 <3

      Delete
  44. Great idea to make a story like this. Gitaaa, you're so talented!

    ReplyDelete
  45. Bagus git.. Banyak2 nulis lagi dan cari referensi. Biar someday bisa bikin buku! Goodluck.

    ReplyDelete

thanks for reading and drop some comments,
i read every words that you gave and check back my blog because i love to reply for you as soon as possible! :) ♥

xoxo,
rhea

Latest Instagrams

© ms.rhea's. Design by Fearne.