God, right now. Please.

S.O.S

Wednesday, June 30, 2010

UNIVERSITY of MATURITY
~since you were born~
_____________________________________
_____________________________________


In this new year of education, we want to confirm the lesson for being mature.
Read this carefully before you take and sign the registration form.


LESSON
Strength
Toughness
Patience
Wisdom
Kindness
Forgiveness
Caring to others
Faith of God
Courage
Autonomy
Self-believing
Dependence on God


PRICE
Make sure you are ready to submit the lesson, the fee will be instructed later. It depends on what you have to learn. Prepare for prayers as advance fee.



BOOKS NEEDED
Just one: Bible.



LECTURER
Jesus Christ



SYSTEM of LEARNING
It depends on what you have to learn. The lecturer will not tell you directly, but He will show you how to get by the lesson one by one. Sometimes He uses people around you. It hurts but you will realize the fruitfulness of your hard-work to success the lesson.



IMPORTANT: When you're in, you will never quit before you success and graduate. Because, our Lecturer doesn't like to teach just for a half. He loves to form you whole-fully. Because, He do loves you so much and He wants you to be more wise and mature. He will build your mature character, whenever you are ready. He never force you.

So, do you really want to take the lesson?
Submit it.*



(_________________)
your full name

Date: ____/____/____

*note: no need parents agreement. they will always agree.

____________________________________


Frequently asked questions.

Q: How to apply?
A: Easy. Follow these steps.
1. Make sure you are ready.
2. Go to you room and lock the door.
3. Close your eyes and fold your hand.
4. Say "Jesus, give me the lessons, I believe in You, for You will never leave me. Whatever the problems, You will always besides me. Now, I am ready to be more mature and be more wise, like what You wanted me to be. Make me like what You want. Thank you.
5. He listens to your prayers and He will give you the best. Remember, He loves you so much!

Q: What job that I can do when I graduate from this lessons?
A: A lot!! You will be our Lecturer's assistant to teach new students. It a very glorious job ever.

Q: How much the salary?
A: You will never imagine that. But we assure you will be so so so thankful for it.

Q: How is the graduation?
A: It comes from your conscious and senses. You will know when you're succeed.

Q: How to apply the scholarship?
A: There is no scholarship in our university. Because of the lessons price are absolutely NOT cheap. Sometimes you'll pay it with tears and screams. You cannot gain the lessons freely.

Q: So, is this university so cruel? Why must tears and screams needed?
A: They were born from problems. And problems make you more wise and mature. Nothing good is instant. We process you all with our Lecturer's ways. Don't be afraid.

Q: Don't tell me that this gonna be so hard to pass through, do you?
A: Well, that is what we call 'life'. You can't pass it easily. But remember, His promise to take care of you.

Q: How when I am not able to walk on the lessons???
A: Don't be afraid. He always besides you, and never never ever leaves you. Pray to Him, and He'll give you the key to pass the lessons. REMEMBER: The LORD is my light and my salvation - so why should I be afraid? The LORD is my fortress, protecting me from danger, so why should I tremble? ~Psalm 27:1


Our motto: For you know that when your faith is tested, your endurance has a chance to grow. So let it grow, for when your endurance is fully developed, you will be perfect and complete, needing nothing. ~James 1:3-4





Heaven, all the time.
Best regards,
~Angels~

Register Form

Tuesday, June 29, 2010

Maria Shandi, penyanyi yang bener2 gue suka. Suaranya bening banget, bikin hati gue tenang. Ini adalah salah satu lagunya yang gue suka. Bikin gue kuat dan terus percaya akan datangnya miracle.....



Tuhan Pasti Sanggup
Maria Shandi feat. Mike Idol

Kuatkanlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus selalu menopangmu
Jangan berhenti harap padaNya..

Reff:
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat ‘tuk mengangkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…

* Maria Shandy *
Kuatkanlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus selalu menopangmu
Jangan berhenti harap padaNya..

Reff:
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat ‘tuk mengangkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…

*Mike & Maria Shandy*
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat tuk mengangkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia Masih Sanggup…
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat tuk menganggkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…

Bridge :
Percayalah, (percayalahhh…)
Percayalah, ( kita harus percaya ..)
Percayalah, Dia kan mengangkatmu…




Jesus, I will always give all my heart just for You. I believe in You, for You are making wonderful plans on me :))

HE CAN DO IT

Friday, June 25, 2010

Thanks ya Papa.
This is my bornday.

I'm 19 now.
I hope I will be more mature.

I love You so huge.

Arigatou, Kami-Sama.

Wednesday, June 23, 2010

Isi hati seseorang tuh ga ada yang tahu. Cuma orang itu dan Tuhan.

Mungkin ia tertawa. Mungkin ia tersenyum ceria.
Tapi siapa tahu hatinya menangis?

Mungkin ia diam. Mungkin ia tak bicara apa-apa padamu.
Tapi siapa tahu ia selalu melihatmu dan bicara padamu dalam hatinya?

Mungkin ia berkata, "aku membencimu."
Tapi siapa tahu dalam hatinya ia berkata, "aku mencintaimu."

Mungkin ia terlihat bahagia dan menikmati hidupnya.
Tapi siapa tahu jikalau ia tersiksa?

~~

Mungkin ia menangis di depanmu.
Tapi siapa tahu ia menertawaimu di hatinya.

Mungkin ia perhatian padamu, dan peduli padamu.
Tapi siapa tahu ia punya rencana lain.

Mungkin ia berkata, "aku menyayangimu."
Tapi sebenarnya dalam hati ia berbisik, "aku benci kamu."

Mungkin ia terlihat tersiksa dan menderita.
Tapi siapa tahu ia menikmati siksaan itu dalam hatinya.

~~

Hidup terlalu sulit untuk ditebak, dan Tuhan tak menciptakan hidup untuk ditebak.
Lidah dapat berbohong. Mata dapat berakting. Tapi selamanya, hati manusia takkan ada yang tahu.

Jangan terus membohongi hatimu. Kamu bisa sakit. Jiwa, roh, dan tubuhmu.

Hati yang tulus, akhir2 ini susah untuk ditemukan.
Sudah menemukan seseorang yang tulus padamu tanpa punya niat berkhianat?
Bersyukurlah, dia anugrah terindah dalam hidupmu.

Hmm

Monday, June 21, 2010

Kata bu pendeta, "...pada akhir jaman ini, orang akan saling tak menghargai orang lain. Dan menemukan orang yang punya hati tulus itu susah sekali..."


Aku perlahan tersenyum.

Kotbah kemaren


Akhirnya selesai.

Title : Beggar and His Only One Family
Media : Marker on Paper


UAS drawing

Monday, June 14, 2010

Aduh.

Ngantuk.

Tahan, Git.

Harus tetep smngat buat UAS.

Ngantuk...

Menjadi dewasa dan bijaksana tuh ga gampang.
Seiring perjalanan 19 tahun hidup g (kurang 9 hari wkwkwk), g banyak belajar.
Banyak banget pelajaran yang lo ga mungkin dapetin dari buku di skolahan.
Dan g belajar 3 kata-kata yang manusia paling susah untuk ucapkan dengan tulus.
Namun, ketiga kata ini merupakan kata-kata paling ampuh dan menjadi simbol kedewasaan seseorang.




TERIMA KASIH

Mungkin kata ini tidak terlalu susah diucapkan, karena sudah dilatih dari kecil sama papa mama kita. Ucapan ini bukan hanya dipakai ketika kita menerima benda atau apapun dari orang lain. Kata ini bisa memiliki makna yang begitu besar. Tahukah kalian, kata ini sangat sarat dengan arti dari sebuah penghargaan ~ yeah, hal yang paling diinginkan dari setiap manusia hidup ~ penghargaan. Jangan takut dan malu untuk bilang kata ini. Banyak hati bisa merasa dihargai hanya dengan mengucap kata ini.


TOLONG

Kata level kedua yang beberapa orang sulit ucapkan. Banyak orang merasa dapat melakukan semua hal sendiri. Entah karena gengsi, kesombongan belaka, atau apapun. Padahal manusia itu ga bisa hidup sendiri. Kita butuh orang lain. Jadi orang itu ga boleh sombong. Smua manusia diciptakan Tuhan punya plus dan minus. Oleh karena itu kita harus saling melengkapi. Ga usah gengsi.


MAAF

Susaaaaaah banget bagi beberapa orang ngomong kata ini. Padahal kata ini sangat sakral. Luka hati, kecemburuan, sakit, semua duri2 pahit pasti perlahan bisa sembuh total hanya dengan kata ini. Belajar lah untuk mengakui kesalahan dan kekurangan masing-masing. Di kolong langit ini ga ada satupun yang sempurna. Dan manusia diciptakan bukan untuk saling menyakiti.


3 most hard things to say

BUAHWAHWHAHWHUAWHUHUAHUHAUHWUAHWAUHWAUAH!!


adududuh,,kenyang ketawanya.

Remember This Date

Sunday, June 13, 2010

okelah.

ga bisa berhenti ketawa.

...

hahaha.

aduh.

sakit perut.

:)

Aku yang pernah engkau kuatkan
Aku yang pernah kau bangkitkan
Aku yang pernah kau beri rasa

Saat ku terjaga
Hingga ku terlelap nanti
Selama itu aku akan selalu mengingatmu

Kapan lagi kutulis untukmu
Tulisan-tulisan indahku yang dulu
Pernah warnai dunia
Puisi terindah ku hanya untukmu

Mungkinkah kau kan kembali lagi
Menemaniku menulis lagi
Kita arungi bersama
Puisi terindahku hanya untukmu

Puisi ~ Jikustik

Saturday, June 12, 2010

Kita akan duduk disini.

Berdua ajah.

Aku akan menangis.

Kamu juga ikut menangis.

Bukan karena luka.

Bukan karena pedih.

Tapi karena aku dan kamu.

Bahagia.

I Believe

setia

Friday, June 11, 2010

Jangan gitu dong.
Jadi sedih kan.

Air matanya.
Disimpen ajah.

Kapan-kapan.
Kita nangis bareng ya?

Bukan karena ada luka.
Tapi karena kita bahagia.

Aku ada kabar baik loh.
Kamu mau denger?

I heard you

~"~~"~

This is me.

Ordinary.

Without Extra-

But, with Un-

~"~~"~

Welcome to my life.

Wednesday, June 09, 2010

Gott, gib mir ein Stilett wie Dastan hatte. Es tut mir leid, diese Anfrage zu stellen. Ich weiß nur nicht, was ich hier tue. Niemand braucht mich, niemand will mich, und niemand versteht mich überhaupt nicht. Gott, ich bin der diese ganze Scheiße satt. Ich will schreien. Manchmal frage ich mich, wo bist du? Es tut mir leid für Sie zweifeln.

Scheiße

Mengapa bebanku berat sekali?"
aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender.

"Tidak adakah istirahat dari hidup ini? "


Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.


"Ya Tuhan, " aku menangis, "Biarkan aku tidur...Biarkan aku tidur
dan tidak pernah bangun kembali!"
Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.

Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku,
Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar.
Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu.
Sesosok pria berdiri di depan salib.

"Anakku, " orang itu bertanya,
" Mengapa engkau datang kepada-Ku sebelum Aku siap memanggilmu? "

" Tuhan, aku mohon ampun.
Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya.
Kau lihat! betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku.
Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi. "

" Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk
datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat,
karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. "

" Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu.
Tetapi kenapa bebanku begitu berat?"

" Anak-Ku, setiap orang di dunia memiliki beban.
Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?"

" Aku bisa melakukan hal itu?"


Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kaki-Nya.
Kau bisa mencoba semua ini. Semua salib itu berukuran sama.
Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

" Itu punya Joan, " kataku.


Joan menikah dengan seorang kaya raya.
Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan
yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus.

Kadangkala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya
kalau mobilnya rusak.

"Umm, aku coba punya Joan.
Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja.
Seberat apa beban yang Joan panggul? " pikirku.

Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku.
Aku langsung terjatuh seketika.

"Lepaskan beban ini! " teriakku.


" Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?"


" Lihat ke dalamnya."


Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya.
Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya,
ibu mertua Joan mulai berbicara, "Joan, kau tidak pantas untuk anakku,
tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu.
Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku. .."

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain.
Itu adalah Donna, adik terkecil Joan.
Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu.

Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan.
Ia kecanduan narkoba,telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

" Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan.
Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain.
Aku tidak menyadarinya. .. "

" Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan.


Aku mencoba beberapa.


Beban Paula terasa sangat berat juga:
Ia melihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami.

Debra punya juga demikian:
masa kecilnya yang dinodai oleh penganiayaan seksual
dan menikah karena paksaan.

Ketika aku melihat beban Ruth,
aku tidak ingin mencobanya.
Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut,
dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo.

" Beban mereka semua sangat berat, Tuhan " kataku.


" Kembalikan bebanku"


Ketika aku mulai memasang bebanku kembali,
aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.

"Mari kita lihat ke dalamnya, " Tuhan berkata.


Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat.


" Itu bukan ide yang baik, " jawabku,


" Mengapa?"


" Karena banyak sampah di dalamnya."


" Biar Aku lihat"


Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh.
Aku membuka bebanku.
Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku.

" Katakan kepada-Ku mengenai hal ini."


" Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang.
Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara
atau seperti tuna wisma di sini.
Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan ketika anak-anak sakit,
kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter.
Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi.
Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas. "

"Anak-Ku, Aku selalu memberikan kebutuhanmu. ... dan semua anak-anakmu.
Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat.
Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang
berharga di mataKu. "

Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki.!


" Dan yang ini? " tanya Tuhan.


" Andrew..." aku menundukkan kepala,
merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban.

"Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain,
ia bahkan membuatku sangat kelelahan.
Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah
yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu.
Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya. .. "

" Anak-Ku," Tuhan berkata.


" Jika kau percayakan kepada-Ku, Aku akan memperbaharui kekuatanmu,
dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus,
Aku akan memberikan engkau kesabaran."

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.


" Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang.


" Kerikil-kerikil itu memang kecil.
Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku.
Rambutku tipis, dan aku tidak bisa membuatnya kelihatan bagus.
Aku tidak mampu untuk pergi ke salon.
Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet.
Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku! "

" Anak-Ku, orang memang melihat engkau dari penampilan luar,
tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu.
Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk
menurunkan berat badanmu.
Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar.
Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu,
kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu.
Itulah yang berharga di mata-Ku. "

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya.


" Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang, " kataku,


" Yang terakhir, berikan kepada-Ku batu bata yang terakhir." kata Tuhan.


" Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya. "


" Anak-Ku, berikan kepadaKu."


Kembali suara-Nya membuatku luluh.
Ia mengulurkan tangan-Nya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat luka-Nya.

"Tuhan....Bagaimana dengan tangan-Mu? Tangan-Mu penuh dengan luka!! "


Aku tidak lagi memperhatikan bebanku,
aku melihat wajah-Nya untuk pertama kalinya..
Dan pada dahi-Nya, kulihat luka yang sangat dalam...
t ampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

"Tuhan, " aku berbisik.


" Apa yang terjadi dengan Engkau?"


Mata-Nya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.


" AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu.
Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya. "

" Bagaimana?"


" Dengan darah-Ku"


" Tetapi kenapa Tuhan?"


" Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi,
yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu."

Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu
ke tangan-Nya yang terluka.
Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku:
kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku.
Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib
itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus.

Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya.


" Sekarang anak-Ku, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu.
Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan
Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa
kau bayangkan sekarang. "

" Ya, Tuhan, aku akan memanggil-Mu. "


Aku mengambil kembali bebanku.


" Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau.
Kau lihat beban-beban itu?
Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu,
yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth...
Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini,
aku akan menggendongnya bersamamu.
Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. "

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang.
Namun, masih kudengar suaraNya berbisik,
" Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu. "

Beban yang Berat

Saturday, June 05, 2010

Lesu aku karena mengeluh, setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.
(Mazmur 6:7)

Yaah.... air mata identik dengan masalah, kesesakan dan kesedihan hati.
Kita sering mengasosiasikan orang yang sedang menangis sebagai orang yang sedang menderita, walaupun ada juga air mata bahagia..., karena saking terharunya atas suatu peristiwa yang membahagiakan hati.
Tapi memang lebih banyak air mata keluar dikarenakan penderitaan.

Bani Korah menuliskan mazmur yang menunjukkan kesesakan hatinya,
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku, "Di mana Allahmu?"
(Mazmur 42:4a)
sampai-sampai air mata terus mengalir tiada henti-hentinya...

Masyarakat sering menganggap orang yang mudah menangis adalah orang yang lemah hati, bahkan ada ajaran tak tertulis "Anak laki-laki sejak kecil harus diajarkan tidak boleh menunjukkan air matanya di depan orang lain", karena terkesan lemah dan tidak jantan...

Sampai suatu hari untuk pertama kalinya.... yaaah untuk pertama kalinya saya menyadari, 'betapa beruntungnya saya masih punya air mata'.
Betapa beruntungnya teman-teman , karena teman-teman masih bisa menangis.....



A MAN WITHOUT TEARS


Tanggal 14 Januari 2010 saya mendengarkan langsung kesaksian
Pdt Samuel Irwan.
Suatu kesaksian yang mengharu-biru.
Beliat pernah terkena penyakit kulit maha dahsyat yang sekarang meninggalkan jejak di matanya.
Tidak bisa menangis lagi karena kelenjar air matanya sudah mampet akibat penyakit yang dialaminya.
Melihat penampilan beliau ketika berkotbah, sepintas tidak ada perbedaan dengan orang lain pada umumnya, kecuali mata yang kelihatan agak basah ...
Menelusuri kesaksiaannya, jelas sekali panggilan beliau adalah sebagai hamba Tuhan.
Samuel Irwan, sejak umur 14 tahun sudah melayani Tuhan, dan setahun kemudian sudah menjadi pengkhotbah cilik. Setamat SMA, Samuel Irwan melanjutkan pendidikan di Sekolah Theologia STT Tawangmangu.
Di sekolah inilah Samuel Irwan mengalami pembentukan karakter lebih lagi, dan sebelum lulus Samuel Irwan bernazar, kelak akan melayani Tuhan sepenuh waktu, di manapun Tuhan akan mengutus dan menempatkannya.


TEMPAT MULAI MENJALANI NAZAR



Setelah lulus dari STT Tawangmangu, tahun 1993 Samuel Irwan menjalani masa praktek dan ditempatkan di Kecamatan Mangkupalas, Samarinda, Kalimantan Timur.
Di tempat inilah ia mulai menjalani kehidupan sebagai hamba Tuhan sepenuh waktu. Semua dijalani dengan sukacita dan penuh semangat walaupun harus meninggalkan kehidupan nyaman di Surabaya dan menjalani kehidupan yang berat di Kalimantan dengan persembahan kasih yang sangat kecil.
Hanya Rp 80.000 per bulan.

Tinggal di rumah yang sangat sederhana, banyak tikus berkeliaran, mengepel rumah, mencuci pakaian dan piring di parit, membersihkan gereja, melayani sebagai pengerja di gereja adalah kegiatan yang dijalaninya hari demi hari. Tidak terasa sudah dijalani selama 2 tahun.


MERALAT NAZAR



"Bagaimana saya bisa berumah tangga dengan kehidupan ekonomi yang minim seperti ini?
Mana ada yang mau jadi istri saya?
Mana ada orang tua yang mau memberikan anak perempuannya kepada saya?
Bagaimana saya bisa menghidupi keluarga saya?"

Berbagai pertanyaan dan keluhan mulai menyesakkan hatinya di tengah-tengah kerinduan untuk mulai membina rumah tangga. Dan hatinya memang sudah mulai terpaut dengan seorang gadis cantik yang dikenalnya di pertandingan vocal group di sebuah gereja di Samarinda.
Samuel Irwan mulai memikirkan untuk tidak lagi menjadi hamba Tuhan sepenuh waktu. Apalagi banyak testi anak-anak Tuhan yang sukses dalam pekerjaan tapi juga tetap setia melayani Tuhan, membuat ia memutuskan berhenti jadi fulltimer dan mulai melamar pekerjaan sekuler.
Ketika gembala sidang bertanya tentang nazarnya, Samuel Irwan berkata, "Saya meralat nazar saya."
Airmata dan perkataan gembala sidang, "Gereja memang nggak bisa memberikan gaji besar, tapi Tuhan mampu pelihara hidupmu....." tidak mampu menghentikan tekad Samuel Irwan untuk berhenti jadi fulltimer gereja.

Berbekal ijazah SMA, kemampuan komputer dan Inggris, tahun 1995, Samuel Irwan diterima bekerja di sebuah perusahaan kayu. Benar-benar mulai dari posisi bawah , hanya sebagai operator radio.
Karena keuletannya dalam bekerja dan kemampuannya di bidang komputer, hanya dalam waktu 5 bulan ia diangkat menjadi kepala produksi log di perusahaan kayu itu.
Berkat finansial mulai mengalir dengan deras sehingga bisa mengontrak rumah, membeli perabotan, sepeda motor membuatnya yakin berada di track yang benar.

Menikah dengan Erna S. Tjandra, di tahun 1996 dan dikaruniakan seorang putri setahun berikutnya membuat kebahagiannya semakin lengkap. Kedudukan tinggi di perusahaan, punya istri, anak, rumah, kendaraan.
What else could make him happier?
Kalau dulu saat ingin bekerja di dunia sekuler, Samuel Irwan berkata kepada Tuhan, akan melayani Tuhan sambil bekerja, sekarang keinginan melayani sudah tidak prioritas lagi.
Peringatan dari hamba-hamba Tuhan yang mengingatkan akan nazarnya tidak diindahkan.
Sampai.......


STEVENS-JOHNSON SYNDROM (SJS)



2 Januari 1998, Samuel Irwan merasakan keluhan masuk angin, demam, tenggorokan sakit dan mata merah. Sepertinya sakit biasa. Berobat ke dokter mata, dan diberikan paracetamol untuk menurunkan demam. Keesokan harinya, ternyata demam tidak kunjung turun juga, malah mulai timbul bintik-bintik merah pada lengannya. Telapak tangan dan kaki terasa sakit dan nyeri jika memegang atau menginjak suatu benda keras.

Berinisiatif sendiri untuk pergi ke dokter umum dan diresepkan obat pembunuh virus Zoter 400mg karena menurut diagnosa dokter ia terkena infeksi virus ditambah dengan obat penurun panas. Samuel tidak menceritakan kepada dokter umum itu bahwa ia juga diberi beberapa jenis obat oleh dokter mata. Selain itu ia juga membeli beberapa obat flu bebas dan jamu, apa saja yang menurut pengetahuannya bisa menyembuhkan gejala-gejala yang dialaminya.
Setibanya di rumah, Samuel Irwan meminum semua obat dari kedua dokter tersebut, ditambah obat bebas yang dibeli sendiri, semua dengan dosis yang tertulis, karena ingin cepat sembuh.

Akibatnya sungguh mengerikan karena mencampur sendiri beberapa jenis obat tersebut.
Bintik-bintik merah itu mulai melepuh dan gosong, dan mulai merambat sampai ke dada, tengkuk, leher, muka dan kondisi mata semakin memburuk, semakin merah. Kerongkongan, rongga mulut dan lidah juga melepuh.
Tidak cukup sampai di situ, kondisi ini semakin tambah parah karena di kulit seperti ada air dan nanah yang membusuk.

Dirujuk ke RS di Samarinda, 7 Januari 1998 Samuel Irwan menjalani rawat inap.
Salah seorang anggota tim dokter yang menangani, seorang dokter kulit mengatakan bahwa Samuel Irwan mengidap penyakit Stevens-Johnson Syndrome (SJS) stadium 3.
Kondisi tubuh Samuel Irwan saat itu seperti orang yang terkena luka bakar 80%. Semua bagian tubuh tidak ada yang terluput; melepuh, gosong, dan bernanah, dari kepala sampai ujung kaki, kecuali paha dan betis.


DI BATAS AKHIR KEKUATAN



Samuel Irwan mengingat masa itu, "Kalau sedang tidur dengan posisi miring, dan tidak hati-hati dan pelan-pelan menggerakkan wajah ke posisi lain, maka kulit muka akan tercuil dan lengket di seprei. Pediihhh sekali....."

Demam juga tidak kunjung turun, sampai 42 derajat Celcius, sehingga kalau sedang menggigil ranjang bergoncang dengan kerasnya seperti sedang gempa bumi. Harus dimasukkan ke ruang isolasi, bukan karena SJS ini adalah penyakit menular, tetapi karena takut penyakit pasien lain menular kepada Samuel Irwan yang dapat memperburuk keadaannya.

Suatu hari mata yang selalu merah itu seperti kelilipan dan Samuel meminta suster untuk menyiram matanya dengan boorwater. Ketika bangun tidur, bukannya jadi baikan, ternyata malah kedua belah mata jadi putih semua, seperti ditutupi kertas HVS putih.
Samuel Irwan sangat marah kepada para dokter dan suster yang merawatnya.
Dan juga sangat marah kepada Tuhan, "Tuhaaaan..... saya butuh mata ini untuk bekerja....."
Saat di batas akhir kekuatannya, saat mata tidak lagi bisa dipakai untuk melihat, Samuel Irwan minta pengampunan kepada Tuhan.

HE JUST WANTED ME TO TURN BACK TO HIM



Dokter di Samarinda semuanya sudah angkat tangan dan merujuk Samuel Irwan ke rumah sakit di Surabaya . Malam sebelum keberangkatan ke Surabaya , Samuel Irwan menyadari panggilannya kembali.
Ia memanggil gembala sidangnya yang dulu, untuk berdoa minta ampun karena lari dari Tuhan.
Saat itu Samuel Irwan berjanji jika Tuhan masih beri kemurahan untuk hidup maka ia akan melayani Tuhan sepenuhnya kembali.

Dengan bantuan seorang gembala GBI di Samarinda, Samuel Irwan dibawa ke Surabaya .
Kondisi Samuel saat itu tidak bisa berjalan lagi karena kaki juga melepuh.
Saat akan naik tangga pesawat, karena tidak bisa berjalan, seorang portir yang tidak mengetahui penyakitnya, berusaha menolong dengan menggendong Samuel ke kabin pesawat. Gerakan tiba-tiba mengangkat Samuel yang sedang duduk di kursi roda, membuat kulitnya robek tertarik, dan Samuel menjerit keras sekali. Perjalanan yang sangat tidak mudah untuk sebuah harapan kesembuhan.


WALAUPUN TIADA DASAR UNTUK BERHARAP



Tim dokter yang menerima di Surabaya sangat kaget melihat kondisi tubuh Samuel Irwan. Mereka tidak menyangka kondisi Samuel sudah begitu parah sekali.
Sebelumnya mereka pernah menangani pasien yang mengidap sakit SJS ini dengan kondisi hanya sepertiga dari kondisi Samuel. Pasien ini akhirnya meninggal dunia, .... apalagi Samuel?

Saat baju dibuka untuk dirontgen, kulit punggung kembali robek.
Warna yang putih dipunggung adalah daging yang kelihatan akibat kulit tersobek, dan warna merah adalah darah yang keluar.

Detail hasil rontgen: lambung, pankreas, liver, bagian-bagian dalam tubuh, semuanya rusak. Sehingga diperkirakan Samuel hanya bisa bertahan 3 minggu.
Karena sudah menjalani penyakit SJS ini sejak 2 Januari 1998, maka diperkirakan Samuel Irwan hanya bisa bertahan sampai 23 Januari 1998. Sehingga diminta untuk segera menghadirkan istrinya ke Surabaya , membawa anak mereka yang baru berusia 2 bulan.

Seorang dokter kulit lulusan Jerman berkata, kalaupun Samuel bisa sembuh dari penyakit SJS ini, perlu 2 tahun untuk recovery kondisi kulitnya untuk kembali seperti semula.
Dokter mata, yang juga lulusan Jerman berkata, kalaupun sembuh, akan buta selamanya, tidak ada lagi harapan untuk mata Samuel.

Tiada dasar untuk berharap, namun Samuel Irwan tetap berharap kepada Tuhan seperti Abraham dalam kitab Roma,
Sebab sekalipun
tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
dengan penuh keyakinan, bahwa
Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
(Roma 4:18-21)


"A VIRTUOUS WOMAN'S PRICE IS FAR ABOVE RUBIES"



Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.
(Amsal 31:10)

Ayat ini layak ditujukan kepada Erna Tjandra, istri dari Samuel Irwan, yang dengan tekun merawat suaminya. Tidak pernah sekalipun menunjukkan kejijikan kepada suami yang sudah sangat hancur tubuhnya. Dengan kondisi yang sudah sangat berbau busuk dan amis, tidak pernah sekalipun Erna masuk ke ruangan isolasi dengan memakai masker. Tidak pernah sekalipun.
Dengan setia ia merawat borok-borok di tubuh Samuel, menyikat gigi Samuel dengan jari-jarinya, membersihkan kotoran di ranjang, semua dilakukan tanpa mengeluh dan selalu tersenyum.
Semua dilakukan dengan kasih. She showed us an unconditional love.
Tidak terkira impartasi kekuatan yang diberikannya kepada sang suami yang sedang berjuang melawan maut.
Erna berkali-kali menguatkan Samuel untuk tetap berharap kepada Tuhan.


PENDERITAAN TAK BERUJUNG ?



Rutinitas pengobatan Samuel setiap hari juga menjadi rutinitas penderitaannya.
Tubuh yang sudah melepuh, gosong, bernanah itu setiap hari harus diberi salep dan diperban.
Esok paginya perban itu harus diganti. Ketika perban dibuka maka kembali kulitnya sobek dan menempel di perban tsb. Sakit sekali, dan harus dijalani selama 1,5 jam dari pukul 9 pagi sampai 10.30 siang.
Setiap hari selama 1,5 jam berteriak-teriak kesakitan. Demikian juga ketika seprei akan diganti. Kembali kulit akan tersobek dan lengket di sprei.

Dukungan dari istri dan pihak keluarga Samuel Irwan sangat besar sekali.
Tak henti-hentinya mereka berdoa puasa rantai memohon kemurahan Tuhan untuk menyembuhkan Samuel.

Tapi keadaan Samuel bukannya membaik, malah bertambah parah. Ke 20 kuku di jari-jarinya copot satu persatu, telapak tangan dan kaki menggelembung berisi air, telinga dan hidung melepuh mengeluarkan darah. Berat badan turun dari 68 kg menjadi 43 kg. Sistem reproduksi juga diserang sehingga diperkirakan kalaupun sembuh tidak bisa punya keturunan lagi.
Keadaan Samuel bukannya makin sembuh, malah semakin parah.


BERNAZAR LAGI



Samuel kembali berkata, "Tuhan ampuni saya, ... kalau saya sembuh, saya akan kembali melayani Engkau sepenuh waktu. Saya akan tinggalkan pekerjaan saya, saya akan bayar nazar saya. Terimalah tubuhku yang sudah busuk ini. Ampuni saya Tuhan...."

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang
hancur;
hati yang
patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina,
ya Allah.
(Mazmur 51:19)

Kalimat di atas dengan tulus dan hancur hati diucapkan seseorang yang pernah berbuat kesalahan dan kemudian kembali kepada Tuhan. Dialah Daud. Sejarah mencatat Tuhan memulihkan Daud.
Bagaimana dengan Samuel Irwan?

GOD IS STILL DOING MIRACLE BUSINESS



Banyak orang yang undur imannya saat doa-doanya belum dijawab oleh Tuhan. Tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan, Tuhan sanggup menjawab doa.
Tidak demikian dengan Samuel Irwan, beserta seluruh keluarganya. Juga orang-orang yang setia mendoakannya. Mereka begitu percaya kepada Tuhan dan belas kasihanNya,

Tanggal 23 Januari 1998, tanggal dimana Samuel diperkirakan akan meninggal dunia, justru menjadi titik balik dalam proses kesembuhannya.
Perawat yang seperti biasa tiap pagi merawat kulit Samuel, dikagetkan melihat kulit Samuel mulai mengering dan sembuh.
Kekagetan itu bertambah dengan pertanyaan Samuel, "Suster...., saya ini dirumah sakit Adi Husada Kapasari Surabaya ya ?
Dengan terheran-heran, suster balik bertanya, "Loh....kok bapak tau?". Lalu Samuel menunjuk dengan jarinya sebuah tulisan berwarna merah yang tertera di sprei kasurnya sambil berkata,”Ini ada tulisannya”. Suster gembira sekali sambil berlari keluar memanggil dokter mata.

Semua tim dokter yang menangai penyakit SJS ini heran sekali atas apa yang dialami Samuel.
Mata bisa sembuh tanpa operasi. Bagian dalam tubuh seperti ginjal, liver, lambung, dll semua sembuh dan normal kemnali. 2 hari kemudian Samuel sudah bisa berjalan kembali, dan proses recovery berjalan dengan cepat. Tidak perlu menunggu sampai 2 tahun untuk kulit Samuel menjadi normal kembali, dan ... sembuh tanpa operasi plastik (!!!)
Penyakit SJS terparah yang pernah ditangani di RS tsb, sembuh total
(bahkan kini Samuel Irwan sudah dikaruniai lagi anak perempuan ke 2, tanggal 31 Mei 1999, hanya setahun sesudah mengalami kesembuhan).
Tuhan Yesus memang luar biasa. DAHSYAT !!!


MENETESKAN 'TEAR DROPS'. EVERY 15 MINUTES !


Kulit Samuel Irwan menjadi normal kembali. Tidak ada bercak atau tanda sedikitpun yang menyiratkan bahwa ia pernah disiksa oleh penyakit kulit ganas tsb.
Kecuali matanya.
Kalaupun dipaksakan untuk mengeluarkan air mata, maka otot kelopak mata atas dan bawah seperti diperas dan terasa sakit sekali. Sehingga mau tidak mau, Samuel harus menggunakan tetes air mata buatan.
Saat berkotbah tiap 15 menit sekali Samuel Irwan meneteskan air mata buatan agar matanya tidak kering dan lengket, tapi semua itu tidak menyurutkan semangatnya melayani Tuhan.
Obat tetes mata yang digunakan saat ini adalah buatan USA "Refresh Liquidgel" berharga $24 per botol, dan habis digunakan dalam 3 hari saja. Belum lagi karena obat ini harus dipesan dari Singapore, maka total biaya untuk pengganti air mata yang harus disediakan perbulan adalah sebesar
Rp 3.000.000,-.


BETAPA MAHALNYA TETESAN AIR MATA !!!


Tidak sedikit uang yang sudah dihabiskan untuk pengobatan mata dan pengadaan air mata buatan.
Selama 12 tahun tidak punya air mata (tahun 1998-2010), biaya yang dihabiskan sudah sekitar 1,6 Milyar.
Hanya untuk air mata !!!
Itu sebabnya di awal tulisan ini saya berkata, berbahagialah kalau masih bisa menangis.
Pertama, tingkatan stress bisa diturunkan saat menangis, sehingga kita tidak menjadi depresi. Kedua, tidak perlu bayar M-M an untuk air mata.




Jarak pandang yang hanya sekitar 1 meter, membuat Samuel Irwan harus membawa keker (binocular) saat berada di bandara supaya tidak salah memilihgate dan dan membaca no pesawat.

Ada kesaksian yang luar biasa saat Samuel Irwan sedang berada di Changi, Singapura, sedang transit menunggu pesawat ke Jepang dan Amerika.
Seorang polisi India menegur dengan keras mengira Samuel sedang memakai kamera. Dengan tegas ia menegur, "No camera in this airport, sir!".
Samuel menjelaskan bahwa itu binocular untuk menolong membaca karena matanya tidak bisa membaca jarak jauh.
Singkat cerita, Samuel berusaha meyakinkan polisi India tsb dan memperlihatkan bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkannya dari penyakit SJS, sambil menunjukkan foto-foto diri saat menderita SJS yang ada di mobile phone nya. Samuel berkata, "Tuhan menyuruh saya ke Jepang dan Amerika untuk memberitakan kebaikanNya. Apakah Bapak bisa menolong saya menunjukkan meja yang harus saya datangi untuk check-in?"

Apa yang terjadi? Polisi itu menangis.
Ia berkata, "Sebelum saya menolong Anda, Anda harus tolong saya."
Ternyata sehari sebelumnya polisi ini bertengkar hebat dengan istrinya dan istrinya minta cerai. Anak mereka juga jadi anak berandalan, tidak bisa dikendalikan. Sebuah rumah tangga yang sangat berantakan.
Ia berkata bahwa banyak orang yang menceritakan Yesus sanggup mendamaikan keluarganya, tapi ia pikir semua itu omong kosong.
Dan sambil menyentuh tangan Samuel Irwan, polisi itu berkata, "Ini kulit baru, sungguh ini bukti nyata."
Saat itu juga ia minta dibimbing untuk terima Tuhan Yesus.Sesudahnya, saat mengantar Samuel Irwan boarding ia berkata, "I never feel peace like this, ... thank you."

Di kursi pesawat, Samuel Irwan merenung...., "Tuhan....kalau memang mata ini bisa membuat orang yang suka mengeluh menjadi bisa bersyukur, bisa membuat orang berdosa diselamatkan...., mata saya tidak disembuhkan tidak apa-apa Tuhan..., karena saya bersyukur mata ini bisa memuliakan Tuhan...."


MENCERITAKAN KEBAIKAN TUHAN




Melalui semua yang dialaminya, Pdt Samuel Irwan sudah pergi ke berbagai tempat di Indonesia , bahkan melayani sampai ke bangsa-bangsa untuk menceritakan kebaikan Tuhan.

Banyak orang yang dijamah Tuhan dan disembuhkan, bukan hanya orang yang sakit secara fisik, tetapi juga orang yang sehat tapi sudah jauh dari Tuhan.
Merasakan kembali kasih Tuhan dan mengambil keputusan untuk kembali kepada Tuhan.




"DALAM KELEMAHANKU, KEKUATANNYA DINYATAKAN"


Pernah suatu ketika obat tetes mata sudah habis, sementara pesanan dari Singapura terlambat datang. Ketika botol itu kosong, terjadi mujizat. Setiap kali diteteskan ke mata, obat tsb masih menetes, walaupun kalau botolnya digoncang tidak ada bunyi apa-apa karena memang sudah kosong.
Botol kosong itu terus meneteskan air mata buatan setiap kali digunakan, sampai pesanan obat baru dari Singapura datang.
Ketika kembali diteteskan, botol kosong tsb tidak mengalirkan apa-apa lagi, karena penggantinya sudah datang.


Jarak pandang yang hanya 1 meter tidak memupuskan semangat Samuel Irwan untuk belajar lagi dan menyelesaikan pendidikan S1 Theologia di STT Duta Panisal Jember. Walaupun saat kuliah harus membawa alat bantu seperti binocular dan kaca pembesar agar bisa membaca lebih jelas.
Kegigihannya dan semangat pantang menyerah juga dibuktikan dengan melanjutkan sampai study Magister dibidang Biblical Strata 2, dan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Masih belum cukup, seakan berpacu dengan waktu, Samuel Irwan meneruskan study penggembalaan dan penginjilan di Haggai Institute Hawaii USA.
Semua dilakukan dalam segala kelemahan yang dimilikinya. Tapi kekuatan Tuhan yang menopangnya, membuat Samuel Irwan mampu melalui semuanya dengan baik.


GOD IS GOOD. ALL THE TIME.



Berbeda-beda interpretasi orang yang mendengarkan kesaksian bapak Pdt Samuel Irwan Santoso,S.Th,MA, yang sejak tahun 2006 hingga sekarang menggembalakan jemaat di GBI Bontang, Kalimantan Timur.
Tapi yang tertanam di hati saya, adalah :

TUHAN ITU BAIK
Bahkan ketika beliau diijinkan mengidap penyakit SJS, di mata saya itu bukanlah penghukuman karena suatu kesalahan. Tapi cara Tuhan untuk membawa beliau kembali kepada panggilanNya.
Karena besar kemuliaanNya yang akan Dia tunjukkan kepada kita semua melalui pelayanan beliau.

TUHAN ITU BAIK
Tuhan tidak pernah meninggalkan beliau, bahkan saat berjalan dalam lembah bayang-bayang maut.
Terbukti dari biaya pesawat dan pengobatan ke Surabaya, (saat itu harga-harga obat melambung tinggi karena krisis moneter), semuanya ditanggung seorang pengusaha di Samarinda, yang bukanlah orang percaya, tapi digerakkan hatinya oleh Tuhan untuk memikul beban itu.
Juga biaya air mata buatan yang tidak sedikit selama 12 tahun ini, (Milyar....bo') yang tidak mungkin sanggup dibeli oleh beliau, semua disediakan Tuhan melalui orang yang berbeda-beda yang digerakkan hatinya oleh Tuhan.

TUHAN ITU BAIK
Kalau teman-teman dan saya diijinkan untuk mendengar atau membaca kesaksian ini, pasti karena Tuhan ingin kita lebih bersyukur lagi menjalani hari-hari yang tidak semakin baik ini.
Kalau sedang menangis di hari-hari ini, bersyukurlah, karena semua air mata kita itu gratis dari Tuhan. Bayangkan kalau kita harus bayar Rp 3 juta per bulan hanya untuk air mata?
Dan sekalipun saat ini kita sedang menangis, Tuhan ingin kita semua tahu, bahwa Ia tidak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya.
Melewati lembah bayang-bayang maut sekalipun, kita tidak takut bahaya, karena Tuhan menyertai kita.


sumber : (P.S Seperti dituturkan Pdt Samuel Irwan, dan dari blog: http://kesaksiansamuel1.blogspot.com/)

Tears - be thankful for it !!!!!!

Latest Instagrams

© ms.rhea's. Design by Fearne.